1. Hal yang paling penting: Kenalan dengan senior
Magang memang merupakan hubungan kerja sama antara pihak sekolah ataupun kampus dengan perusahaan tempat magang (dalam hal ini hotel). Tapi, bagi kita yang seorang trainee (anak magang), hubungan yang paling penting untuk dibangun pertama kali adalah dengan senior, terutama di bagian kamu ditugaskan. Hubungan yang baik dengan senior akan membuat suasana magang kamu 3 hingga 6 bulan mendatang menjadi menyenangkan dan tidak memberatkan. Selain itu, hubungan yang baik dengan senior akan memudahkan kamu untuk menguasai skill-skill yang dibutuhkan selama bekerja di perhotelan. Karena biasanya senior yang sudah dekat dengan kita akan lebih sering mengajari hal-hal yang bermanfaat dibandingkan jika kita tidak dekat bahkan tidak kenal dengan senior tersebut.

Bagaimana caranya supaya bisa kenalan dan berhubungan baik dengan senior?
Pada saat pertama kali melaksanakan tugas magang di hotel, biasanya kita akan diperkenalkan oleh pihak Human Resource Department (HRD) hotel kepada senior di bagian kita ditugaskan. Usahakan untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan bahwa kamu meminta bantuan dan bimbingan mereka untuk melaksanakan tugas-tugas magang nantinya.
Selain itu, kamu juga bisa mengikuti kegiatan-kegiatan senior di luar jam kerja. Maksudnya begini, biasanya ketika istirahat atau sesaat setelah jam pulang, para karyawan hotel berkumpul di tempat-tempat yang biasa mereka jadikan sebagai tempat nongkrong.

Nah, kamu bisa tuh nimbrung untuk sekedar mengobrol dengan para senior kamu. Pengalaman saya sendiri, ketika jam pulang shift sore (sekitar jam 12 malam), para karyawan hotel tempat saya magang biasa bermain catur. Nah, di sinilah kesempatan kamu untuk bersosialisasi dengan para senior agar lebih dekat dengan mereka.

2. Kamu harus aktif untuk belajar, jangan menunggu saja
Supaya kegiatan magang kamu bermanfaat setiap harinya, aktiflah untuk terus mempelajari hal-hal baru. Ingat, kamu bukan karyawan hotel, kamu adalah trainee yang tugasnya belajar. Jadi, wajar saja jika kamu sering bertanya kepada senior untuk mempelajari berbagai aktivitas kerja di hotel yang belum kamu pahami. Hanya saja, kamu juga harus lihat kondisi dan waktu ya. Hotel memiliki jam-jam sibuk yang memang mengharuskan karyawan untuk bekerja secara cepat dan tidak sering mengobrol. Untuk dapat sering-sering bertanya kepada senior, tentu kamu harus dekat terlebih dahulu dengan senior. Kalau kamu tidak dekat, tentu senior akan merasa terganggu karena merasa dia tidak kenal dengan kamu.

3. Jika ada tawaran untuk rolling, terima!
Biasanya tawaran atau pilihan untuk rolling diberikan pada saat kamu mengajukan proposal atau surat magang atau pada saat wawancara dengan pihak HRD hotel. Untuk yang belum tahu, rolling adalah kesempatan yang diberikan kepada peserta magang untuk bisa berpindah bagian magang sesuai waktu yang sudah disepakati. Jika kamu diizinkan oleh pihak hotel untuk rolling, maka kamu bisa mendapatkan pengalaman magang di beberapa bagian hotel. Ini tentu merupakan kesempatan emas yang jangan sampai kamu sia-siakan. Saya sangat menganjurkan untuk menerima tawaran rolling dikarenakan yang dibutuhkan pada saat magang adalah pengalaman yang banyak.

Dengan melakukan perpindahan bagian magang, maka kamu bisa merasakan bagaimana kondisi dan ritme kerja di masing-masing bagian hotel. Ada memang pendapat yang mengatakan bahwa rolling tidak diperlukan untuk peserta magang. Alasannya, magang di satu bagian saja belum tentu mendapat pengalaman yang menyeluruh, apalagi jika harus rolling. Pendapat ini tidak salah, tapi kalau harus mendapat pengalaman yang menyeluruh di satu bagian hotel, maka magang saja tidaklah cukup. Karyawan yang sudah bekerja bertahun-tahun di suatu bagian hotel saja belum tentu memahami secara menyeluruh mengenai bagian tempat dia bekerja, apalagi hanya seorang anak magang. Jadi, daripada nantinya hanya mendapatkan pengalaman yang tetap sedikit di satu bagian hotel, lebih baik kamu memilih rolling, sehingga kamu bisa menilai secara umum bagaimana pekerjaan di beberapa bagian hotel sekaligus.

4. Jangan memaksakan diri
Terkadang atau mungkin seringkali anak magang terlalu bersemangat untuk melakukan tugas yang diberikan. Saking semangatnya, sampai-sampai tidak mengukur kemampuan dan tenaga diri sendiri. Mengapa ada peserta magang yang melakukan hal demikian? Ada banyak alasannya, misal, karena ingin mendapatkan penilaian bagus dari senior, karena ingin mendapatkan pengalaman yang lebih banyak, ataupun ingin dilihat sebagai seseorang yang sudah siap bekerja di hotel. Alasan-alasan di atas merupakan alasan yang bagus untuk menyemangati diri sendiri agar pekerjaan magang terasa tidak memberatkan. Tapi, ada kalanya kamu harus memperhatikan kondisi kesehatan kamu sebelum terlalu memaksakan diri ketika melakukan aktivitas magang. Apalagi jika kamu magang dalam kondisi masih bersekolah ataupun kuliah. Jika memang kondisi badan kamu sedang tidak fit, tinggal bilang ke senior ataupun bagian HRD hotel. Boleh minta izin untuk beristirahat, tentunya dengan jujur ya, jangan dibuat-buat.

5. Selalu jaga mood supaya ga dapet masalah
Ini juga sering sekali dirasakan oleh anak magang hotel. Saya juga pernah merasakan hal yang demikian. Kadang muncul perasaan capek, bosen dan malas untuk berangkat ke tempat magang. Penyebabnya beragam, mulai dari tugas yang berjibun hingga sekedar urusan galau-menggalau. Tentunya hal ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus. Karena nilai magang akan berpengaruh kedepannya terhadap sekolah ataupun kuliah kamu, sebaiknya tetap pikirkan bagaimana dampak yang akan kamu terima jika kamu malas-malasan atau sering bolos magang. Pikirkan juga mengenai prospek kerja yang bisa langsung kamu dapatkan jika kamu rajin, karena memang tidak jarang anak magang yang rajin dan memang dilihat mampu melaksanakan tugas magang dengan baik ketika lulus langsung diminta menjadi pegawai hotel tempat magang.

6. Disiplin, disiplin, disiplin
Masih berhubungan dengan poin di atas, kedisiplinan memang kunci utama untuk sukses berkarier di bidang perhotelan. Jika alasan kamu magang di hotel karena memiliki rencana masa depan untuk mengembangkan karier di perhotelan, maka sedari awal kamu harus bisa mengikuti ritme kerja hotel yang serta cepat, tepat dan disiplin.

7. Sebelum magang berakhir, putuskan apa yang ingin kamu bahas dalam laporan magang kamu + lengkapi yang kira-kira dibutuhkan.
Ini yang jarang sekali dipikirkan oleh anak magang hotel. Saking senangnya karena masa magang sudah hampir selesai, biasanya peserta magang langsung bersantai-santai tanpa memikirkan bagaimana laporan magang yang akan dan harus dibuat nantinya. Ketika sudah dekat waktu pengumpulan laporan magang, baru deh mencari-cari topik apa yang akan dijadikan laporan, minta foto-foto ke senior, dateng lagi ke HRD untuk sekedar foto formalitas. Tidak salah sih seperti itu, tapi ini tentunya menjadikan nama baik kamu sebagai peserta magang tercoreng, karena seolah-olah kamu mempersulit tugas para senior di hotel tempat kamu magang dulu. Supaya tidak terjadi hal yang demikian, sebaiknya nanti ketika kamu sedang melaksanakan tugas magang, kamu sudah memikirkan apa yang kira-kira akan kamu jadikan topik laporan magang kamu. Tentu juga kamu harus siap-siap mengoleksi foto berbagai aktivitas magang yang sudah kamu lakukan. Sekedar foto selfie atau minta bantuan teman magang untuk memfoto kegiatan magang kamu juga tidak apa-apa, yang penting ada dokumentasi untuk laporan nanti.

Sumber : https://studipariwisata.com