SEJARAH BERDIRINYA SMK NEGERI 1 PRAYA
Sejalan dengan perkembangan pendidikan dan penyediaan sumber daya manusia Indonesia dan perkembangan dunia pariwisata di Lombok yang cukup signifikan pada waktu itu, maka pada tahun ajaran 1995-1996 di bukalah sebuah sekolah menengah (unit gedung baru) yang saat itu bernama Sekolah Menengah Industri Pariwisata (SMIP) Negeri Praya, yang beralamat di jalan Pejanggik 8 Praya, Kelurahan Semayan, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pada awal berdirinya sekolah ini hanya membuka 2 program studi yaitu Akomodasi Perhotelan (AP) dan Usaha Perjalanan Wisata (UPW).

Pada tahun 1996 SMIP Negeri Praya berganti nama menjadi SMK Pariwisata Praya serta dibuka 1 program studi baru yaitu Tata Boga. Kemudian pada tahun 1997 Pemerintah Pusat mendirikan kelembagaan sekolah baru dengan nama SMK Negeri 2 Praya sesuai SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No.107/O/1997 pada tanggal 5 Juni 1997 dan diangkat sebagai kepada sekolah pertama yaitu Bapak Drs. Soepangkat, M.Pd.

Sejalan dengan regulasi pendidikan maka pada tahun 2004 nama sekolah berganti menjadi SMK Negeri 1 Praya sesuai dengan letak kecamatan yang ditempatinya.

Pada bulan September 2004 Bapak Hairul Ahmad, SP., M.Pd. menggantikan Kepala Sekolah sebelumnya. Kemudian bulan Juli 2010 amanah kepada sekolah diberikan kepada Bapak Wakidi, S.Pd, MT. dan selanjutnya pada awal tahun 2018 estafet pimpinan dilanjutkan oleh Bapak Kasman, S.Pd sampai sekarang.


VISI
Menjadi SMKN 1 Praya, sebagai lembaga pendidikan yang mempersiapkan peserta didik yang kompeten dan kompetitif yang berorientasi pada bursa kerja lokal dan global.

MISI
1. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan menengah kejuruan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha/dunia industri serta mengacu pada standar kompetensi nasional dan internasional.

2. Memperluas jaringan kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri pada level lokal, nasional dan internasional untuk kepentingan prakerin dan pemasaran lulusan.

3. Mengembangkan kemandirian peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan produksi dan pemasaran dalam kegiatan wirausaha.

4. Membina sikap mental dan profesionalisme peserta didik, guru dan karyawan sekolah yang dilandasi iman dan taqwa dan budaya bangsa.

TUJUAN
1. Mencetak output yang mampu melaksanakan unjuk kerja berdasarkan kriteria pada Competency Based Training (CBT) sehingga mereka mampu bersaing pada bursa kerja lokal, nasional maupun internasional.

2. Mengoptimalkan anak didik dengan kecakapan hidup (life skill) sebagai sarana untuk kemandirian hidup